Pelangi Terakhir

Seekor bianglala tumbang usai ditebang petir. Diarak-arak badai menuju senja yang turut membusuk di antara pohon Waru.

Anak-anak bertelanjang dada. Lari dari rumah. Mencarii pelangi. Di akar-akar terumbu karang, di got-got sampah, di lidah-lidah kali, di tumpukan jerami, di pintu-pintu terminal, di balik-balik jeruji, di layar-layar tv.

Tak seperti biasa, matanya layu, tak lagi bercekikik riang sesediakala kemarin. Katanya, Ibu mereka tak pandai lagi nyanyikan lagu pelangi?

Seekor pelangi menggelepar di depan mereka. Menggelepar-gelepar, dihajar para preman dan para tukang pukul. Warnanya berserakan. Dihujung-hujung sayat belati, di serat-serat kayu pentungan, dan di koyakan baju para kesurupan. 

Dimana-mana mereka temu bangkai pelangi. Bertumpuk diantara sampah kota. Para bocah menggotong seekor pelangi-sekarat menuju tiang sehelai Merah Putih yang masih setia berkibar, depan balai desa. Berdoa. Lalu memapahnya ke sebuah Pura, bersujud di telapak altar para dewa. 

Pelangi malang. Pelangi terakhir. Semakin ngerang. Satu per satu warnanya luntur menguap bersama  air-air mata yang lesat memadamkan matahari. 

Pelangi malang. Generasi terakhir. Lunglai. Layu. Disemayamkan didudut-sudut kota sombong. Para bocah meraung-raung. Irama Indonesia tak raya lagi dikumandangkan. Tak lagi raya. Tak lagi! Lidah-lidah mereka seperti tercekik tali. 

Pelangi lain bermatian. Pelangi terakhir. Terdampar di selat-selat, di tanjung-tanjung dan di pulau-pulau. Dimana-mana. Camar-camar menangis, bangau-bangau putih mengaisi sisa-sisa senja, para kelelawar yang turut resah mencakari purnama. Tak doyan lagi tertawa.

Para bocah tertunduk pulang. Menghitung warna berserak di jalan pulang. Bernyanyi. Pilu. Pelangi pelangi! Alangkah gundahmu. Marah kuning hijau di langit yang galau. Pelukis nun agung silapkah gerangan?

Pelangi pelangi, siksakah tuan? Aaaaaagh.

Samosir, Siang Bolong '20


Profil:

Lahir 13 Juli 1979. Berdomisili di Pulau Samosir Sumut. Menggeluti sastra sejak 1998. Beruntung melabuhkan karya puisi dan cerpen di berbagai media cetak dan online. email: sastragorga@gmail.com WA 082160034739

Jejak karya digital Fans Page Sastra Gorga https://www.kompasiana.com/www.sastragor.ga

www.musisitoba.blogspot.com #binotohbalian




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reuni Burung Pipit

Ritual Obat

Fenomena Dana Desa dan Momok Kemarau