Metamorfosa Langit
Metamorfosa Langit Tiada jerit di langit tiada. Di rahim begitu hening, tanpa kabut, tanpa badai atau gigil. Tanpa air mata. Sehanya cinta, damai dan gemericik ketuban sehangat dekap malaikat dan nyanyian bidadari yang menggema di ari-ari. Tiada sakit di langit. Tak pun. Sebelum pintu-pintu rahim terluka. Sebelum para bidadari mengoyak-ngoyak bajunya. Sebelum para lelaki cuma bisa termangu menonton para orok menuruni singgasana yang hanya berbungkus darah. Tiada air mata, dan duka sebelum mata terbuka. Sebelum tangisan pecah. Tiada terik di langit. Sebelum para bidadari bangkit dari luka-luka rahimnya Sebelum para bidadari dan para lelaki beranjak menyalakan waktu Menyalakan terik, menyulut purnama menggerayangi siang, dan segala malam Mengajar para bayi mengganti popok sendiri Melatih para bocah menukangi mainan sendiri, Menyuruh para anak remaja menyuci baju sendiri Memberangkatkan para muda-mudi menjelajahi dunia sendiri, mencari langitnya sendiri, Dan lalu memanggil mereka kembali,...